Opini: Pentingnya Kesigapan Pemerintah Indonesia dalam Menangani Pandemi Covid-19
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tak kurang dari 250 juta penduduk yang mendiami di seluruh penjuru wilayahnya, karena sebutannya sebagai negara kepulauan, maka Indonesia memiliki karakteristik wilayah yang berupa banyak pulau-pulau dan perairan laut sebagai sekat-sekat diantara pulau-pulau tersebut, tak kurang dari 17.000 pulau dimiliki oleh negara Indonesia membuatnya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia saat ini.
Indonesia ku malang, indonesia ku sayang...
Mungkin seperti itulah frase yang tepat untuk digunakan jika melihat keadaan Indonesia sekarang ini, iya, negara Indonesia tercinta kita ini sekarang tengah dirundung masalah, sebenarnya tak hanya Indonesia saja sih, tetapi juga hampir di seluruh dunia, seluruh dunia sekarang ini tengah diserang oleh wabah virus Covid-19 yang membuat banyak orang resah dan ketakutan, tak terkecuali di Indonesia, masih teringat ketika di awal ketika virus ini mulai menyebar di Wuhan-China, masyarakat Indonesia dan pemerintah waktu itu optimis bahwa Indonesia masih aman dan belum melakukan tindakan yang serius terkait penyebaran virus ini.
Tetapi sekarang sudah lain cerita, hingga bulan april ini, tak kurang dari 5.000 orang sudah terjangkit virus Covid-19, yang mana hal ini mau tak mau membutuhkan penanganan yang tepat dan juga cepat dari semua elemen-elemen yang ada, antara lain pemerintah sebagai pengayom dan pengurus bangsa ini dan juga dari masyarakat sendiri.
Pentingnya melakukan tindakan yang tepat dan cepat bagi pemerintah dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang mana dikhawatirkan jika virus covid-19 ini sudah menyebar hingga ke pulau-pulau kecil di penjuru negri maka akan sangat sulit virus covid-19 ini untul diidentifikasi dan ditangani, dikarenakan akses menuju pulau-pulau dan daerah yang terpencil masih sangat sulit.
Selain itu terbatasnya tenaga medis di Indonesia yang tidak merata persebarannya hingga ke pelosok negri membuat data akan orang yang terjangkit virus ini masih belum dapat dipastikan, sedangkan bagaimana akan melakukan tindakan jika kita tidak tahu bagaimana keadaan yang sebenarnya terjadi? Negara-negara lain seperti Korea Selatan misalnya, mereka langsung menggenjot pengetesan virus kepada warganya hingga 8 ribu sampel dibulan pertama dari kasus covid pertama yang ditemukan di negara mereka, dan langsung ditingkatkan hingga 10 ribu sampel perbulannya di minggu selanjutnya, tentunya kita juga harap maklum dengan kenyataan bahwa negara kita berbeda dengan Korea Selatan dalam banyak hal, jadi kita juga tak bisa menuntuk jumlah yang sama seperti yang mereka lakukan, tetapi kita dapat meniru semangat dan kesigapan mereka yang terlihat dalam tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintahnya dalam menangani kasus Covid-19 ini.
Pemerintah tentunya tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari masyarakatnya, peran masyarakat di sini juga tak kalah pentingnya sebagai pelaku di lapangan yang juga sebaiknya taat pada anjuran-anjuran pemerintah dalam rangka mengatasi wabaha covid-19 ini. Masyarakat harus memiliki kesadaran terhadap diri mereka sendiri terlebih dahulu tentang pentingnya menjaga kesehatan di masa wabaha virus covid-19 ini, baru setelah itu akan tumbuh kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya, karena semakin banyaknyang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dinmasa wabah covid-19 ini akan semakin cepat pula virus covid-19 ini diahentikan penyebarannya.
Ketidakmerataan akses menuju seluruh daerah di Indonesia ini harusnya diwaspadai betul oleh pemerintah sejak jauh-jauh hari, pemerintah diharapkan dapat menahan laju penyebaran virus covid-19 ini agar tidak meluas ke daerah-daerah lain yang sulit dijangkau, untuk saat ini memang basis terjangkit virus covid-19 yang terbesar adalah di daerah ibukota Jakarta, tapi apakah kita dapat menjamin virus tersebut tidak ada di daerah dan pulau-pulau lain di penjuru Indonesia?
Artikel opini ini ditulis oleh Mahasiswa Universitas Airlangga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Sosiologi Abdul Fattah dan Farhan Ramadhan.
Comments
Post a Comment